Minggu, 12 April 2020

Risalah Cinta Untukmu

"Risalah Cinta Untukmu"


La Remba Garuda
(Mahasiswa)

Hei kamu...!
Aku insan lemah, serba salah, serba kurang  dan bahkan hampir disetiap waktu berbuat lalai

Hei kamu...!
Aku insan yang sedang terjebak dalam lembah penuh tipu daya bahkan membutahkan hati dan melupakan Rab-Nya

Hei kamu...!
Aku insan yang memiliki sisi gelap yang terus bereaksi untuk menyelimuti sehingga membutuhkan penetralisir berupa pelita agar menyeimbangkannya bahkan mengunggulinya

Hei kamu...!
Aku insan yang sedang di pikulkan beban amanah begitu berat yang sewaktu-waktu bisa rapuh bahkan runtuh sehingga membutuhkan penopang agar selalu kuat walau hanya kata semangat yang keluar dari bibirmu

Maka atas dasar itulah, peranmu begitu berharga untukku. Sebab dirimu lah yang akan mengisi ruang-ruang kosong itu hingga kesempurnaan dalam hidup dapat terbentuk. Akhirnya cinta atas-Nya akan terus tumbuh subur hingga Jannah-Nya bisa kugapai bersamamu.

===>Sekian<===

Senin, 16 Desember 2019

BUNGA BERBUAH NERAKA




“BUNGA BERBUAH NERAKA”

              
La Remba Garuda
(Mahasiswa)

Hidup di era globalisasi saat ini yang di selimuti dengan kapitalisme dan liberalisme membuat akal sehat terasa dilecehkan. Dimana tingkat kemaksiatan semakin merajaleh seperti halnya ribawi, prostitusi, miras, judi, perbuatan pacaran yang berujung pada hamil duluan, aborsi dan bahkan pembunuhan serta mengumbar aurat sudah menjadi hal lumrah dalam masyarakat yang sudah tidak menjadi keakhawatiran lagi. Padahal perbuatatn-perbuatan tersebut meruapakan perbuatan yang mengundang murkah Allah Subhahu Wata’ala, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia: Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (TQS. Ar-Rum: 41).
Kapitalisme-demokraksilah yang mempunyai aqidah sekuler yakni pemisahan agama dengan kehidupan yang menjadi akar permasalahan dari segala problematika yang timbul saat ini. Dimana, dalam sistem ini hukum ada ditangan rakyat atau disebut dengan “kedaulatan rakyat”, sehingga aturan yang ditetapakan oleh Allah Subhnahu Wata’ala baik halal maupun haram akan berubah, artinya yang halal bisa menjadi haram dan yang haram bisa menjadi halal tergantung dari hasil musyawarah para pembuat hukum yakni lembaga legislatif (DPR) yang melalui voting. Seperti halnya aktivitas ribawi yang begitu merajaleh dalam kehidupan masyarakat, semisal utang-piutang yang mengandung bunga ataupun kredit barang yang mempunyai bunga serta perbuatan transaksi perbankan.
Riba secara bahasa bermakna tambahan atau meminta kelebihan uang dari nilai awal. Secara spesifik riba merupakan perbuatan meminta tambahan uang dari pinjaman awal baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam yang bertentangan dengan pinsip syariah islam. Dalam hal ini pinjam meminjam atau jual beli tersebut masuk kategori transaksi yang haram. Misal, si A memberi pinjaman kepada si B, dengan syarat si B harus mengembalikan uang pokok pinjaman beserta sekian persen tambahannya (Cermati.com).
Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman dalam Al-Qur’an: “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapatkan peringatan dari Tuhan-Nya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (275). Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa (276” (TQS. Al-Baqorah: 275-276).
Riba merupakan salah satu dari 10 macam dosa besar menurut Al-Qur’an. Sehingga, jika kita mengaku sebagai orang yang beriman kepada Allah Subhahu Wata’ala dan Rarulullah Shallahu ‘alahi wasallam, maka sudah sepatutnya kita berusaha menjahui praktek riba tersebut. Artinya kita tidak boleh beriman kepada sebagian ayat-ayat Allah Subhanahu ataupun mengikuti sebagain perintah-Nya dan menjauhi sebagian dari larangan-Nya. Sebab Allah Subhahu Wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)’, serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir) (150). Merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan kami sediahkan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan (151)” (TQS. An-Nisa: 150-151).
Perlu diketahui bahwa riba merupakan perbuatan dosa besar dan haram sebagaimana Imam Nawawi rahimahullah berkata, Kaum Muslimin telah sepakat akan haramnya riba, riba itu termasuk kabair (dosa-dosa besar…)”. Adapun dosa riba yakni bagaikan 36 kali dosa berzina, sebagaimana Rasulullah Shallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaihk Al-Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih). Kemudian dosa riba dalam Islam seperti menzinahi ibu kandung sendiri, dari Abu Huraira radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seorang laki-laki menzinahi ibu kandungnya sendiri” (HR. Ibnu Majah, no.2274. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam riwayat Hakim dari Ibnu Mas’ud dengan redaksi lebih panjang, “Riba itu ada 73 pintu, yang paling ringan, seperti orang yang berzinah dengan ibunya. Dan riba yang paling riba adalah kehormatan seorang muslim” (HR. Hakim no. 2259 dan dishahihkan ad-Dzahabi).
Oleh karena itu, untuk dapat mengatasi segala problematika yang ada terutama menyangkut masalah ribawi ataupun jenis kemaksiatan lainnya yakni dengan mencabut akar dari permasalahan tersebut. Kumudian kembali menanamkan bibit unggul tak lain sistem atau aturan dari Sang pemilik atau pencipta alam semesta, kehidupan dan manusia yaitu Allah Subhahu Wata’ala. Sehingga keberkahan dapat diturunkan oleh Allah Subhahu Wata’ala di negeri ini, sebagaimana firmannya dalam Al-Qur’an: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al-A’raf: 96).
Imam Nawawi menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan berkah adalah tumbuhan, berkembang atau bertambah dan kebaikan yang berkesinambungan. Dan kunci utama membangun kehidupan masyarakat yang maju, sejahtera, bahagia dan penuh dengan keberkahan adalah dengan senantiasi ingat kepada Allah Subhahu Wata’ala, serta meningkatkan iman dan taqwa, sehigga cara berpikir kita, perilku kita, benar-benar membawa kebaikan. Ibnu Mas’ud menjelaskan Taqwa adalah menaati Allah Subhahu Wata’ala dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah Subhahu Wata’ala serta bersyukur kepada-Nya tanpa pengingkaran (kufur) di dalamnya” (Tafsir Ibnu Katsir: Dar at-Thayyibah, 1999). 
Jikalau terus mendustakan ataupun mengabaikan serta tidak mau memahami ayat-ayat Allah Subhahu Wata’ala dan terus mengikuti hawa nafsu maka perbuatan tersebut lebih rendah daripada binatang. Sebagaimana Allah Subhahu Wata’ala berfirman: “Dan sungguh, akan kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakan unruk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-otang yang lengah” (TQS. Al-A’raf: 179).

Wallahu a'lam bishawab

Kamis, 12 Desember 2019

TEKNOLOGI INFORMASI

TEKNOLGI INFORMASI


La Remba Garuda
(Mahasiswa)


A. Perangkat Lunak

Perangkat lunak merupakan suatu istilah khusus yang dipakai pada data yang diformat, serta disimpan secara digital yang di dalamnya meliputi program komputer, dokumentasinya, dan segala informasi yang bisa ditulis dan dibaca oleh komputer. Dan juga disebut sebagai sebuah bagian dari sistem dalam komputer yang tidak memilki wujud nyata.
Perangkat lunak berfunsi sebagai:

1. Mengolah data, perintah atau intruksi tertentu sehingga akan menghasilkan informasi yang diinginkan oleh user

2. Sebagai sarana interaksi untuk menghubungkan pengguna dengan perangkat keras dalam komputer

B. Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa yang akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas. Kecerdasan buatan didefinisakan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan oleh manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer, logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

C. Jaringan

Jaringan merupakan sebuah sistem operasi yang terdiri atas sejumlah komputer serta perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama ataupun suatu jaringan kerja yang terdiri dari titik-titik (nodes) yang terhubung satu sama lain yang saling berinteraksi dengan atau tanpa kabel.


D. Basis Data

Basis data merupakan himpunan kelompok data yang saling terhubung dan diorganisasi sedemikian rupa supaya kelak dapat dimanfaatkan kembali secara cepat dan mudah. Dan juga merupakan kumpulan data dalam bentuk file/tabel/arsip yang saling berhubungan dan tersimpan dalam media penyimpanan elektronis, untuk kemudahan dalam pengaturan, pemilihan, pengelompokan dan pengorganisasian data sesuai tujuan.


E. Internet

Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan komputer satu sama lain yang menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran sehingga bisa saling berkomukasi, berinteraksi dan saling bertukaran informasi meski dalam jarak yang jauh.


F. Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan data yang diolah supaya menjadi berguna bagi orang dan membantu untuk pengambilan putusan dari masalah tertentu. Juga merupakan sistem yang di dalamnya terdapat kumpulan informasi yang hubungannya terdapat operasional organisasi atau instansi yang digunakan untuk pengambilan putusan. Dan menurut Gardon B Davis, sistem informasi merupakan sistem yang menerima input data dan intruksi, mengolah data berdasarkan intruksi dan mengeluarkan hasilnya.  

Kamis, 21 November 2019

Kemuliaan Wanita dalam Negara Idaman

"Kemuliaan Wanita dalam Negara Idaman"


La Remba Garuda
(Mahasiswa)

Islam merupakan agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril untuk mengatur seluruh aspek kehidup manusia, baik hubungan kepada Allah SWT, hubungan kepada diri sendiri maupun hubungan kepada manusia lainnya. Artinya islam bukanlah sebuah agama yang hanya mengatur tentang spritual semata. Islam diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya: 107). Dan tidak ada satu ruang kosong pun dalam kehidupan yang tidak diatur oleh Islam terutama yang menyangkut pakaian kaum muslimah.

Islam begitu menghargai dan memuliakan kaum hawa, mereka bagaikan ratu ataupun perihasan yang sangat indah dan istimewa. Mereka pun diabadikan dalam sebuah nama surah di dalam Al-Qur’an yakni surah “An-Nisa’ (Wanita)”. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW bahwa “Dunia adalah perihasan, dan sebaik-baik perihasan adalah wanita sholehah” (HR. Muslim). Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dengan aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Dan wanita yang mulia dalam Islam adalah wanita muslimah yang sholihah. Sebab wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholihah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholihah, lebih-lebih di zaman sekarang ini. 

Era globalisasi saat ini, perkembangan budaya asing sangat merambat begitu cepat. Sehingga tak jarang banyak kaum muslim terutama wanita muslimah yang ikut terinfeksi dengan budaya tersebut seperti halnya dalam berpakaian. Banyak wanita muslimah dalam berpenampilan tidak sesuai dengan syari’at Islam, artinya aurat sudah tidak dianggap sesuatu yang sangat berharga lagi. Setiap aurat wanita yang dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya merupakan dosa. Dan setiap dosa dari perbuatan tersebut keluarganya ikut menanggungnya atau mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah SWT yakni si ayah, suaminya, kakak dan anak (laki-lakinya). Padahal Allah SWT berfirman yang artinya “Wahai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesunggunhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Sebab turunnya ayat ini sebagaimana di sebutkan dalam Shahih Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata: “Dahulu para wanita tawaf di Ka’bah tanpa mengenakan busana”. 

Penampak ini tak jarang juga ditemukan pada kondisi wanita muslimah zaman sekarang. Dimana setiap memasuki Masjid tidak menutup aurat secara sempurnah, seperti berpakaian ketat atau tipis, memperlihatkan pergelangan tangan ataupun kaki. Padahal Allah SWT telah meningatkan dalam firman-Nya yang artinya: “Dan kataknlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga padangannya, dan memelihara kemaluannya, dan jangnalah menampakkan perihasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan periahasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengetakkan kakinya agar diketahui perihasan mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang beriman, agar kamu beruntung” (QS. An-Nur: 31). Dan Allah SWT juga berfiman: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS. Al-Ahzab: 59).

Rasulullah SAW pernah menegur Asma Binti Abu Bakar R.a ketika beliau datang ke rumah Nabi SAW dengan mengenakan busana tipis. Rasulullah SAW pun memalinkan mukanya sambil berkata: “Wahai Asma! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan)” (HR. Abu Dawud, no. 4104 dan Al-Baihaqi, no. 3218. Hadist ini dishahihkan oleh Syaikj Al-Albani rahimahullah). Wanita yang tidak menutup auratnya diancam tidak akan mencium bau surga sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.a beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku liat: (yang pertama) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan memasuki surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalan sekian dan sekian” (HR. Muslim, no. 2128).

Akibat virus budaya asing yang kini sedang menggorogoti kaum muslimin terutama  wanita muslimah, sehingga  pelecehan pun sering terjadi seperti dilansir dari detiknews bahwa “Hasil survei dipaparkan Koalisi Ruang Publik Aman dalam jumpa pers yang dihadiri media massa, di Kekini, Cikini, Jakarta, pada Rabu (17/7/2019). Dari survei itu terlihat pakaian model apa saja yang dikenakan perempuan saat mengalami pelecehan seksual yakni rok panjang dan celana panjang (17,47%), disusul baju lengan panjang (15,82%), baju seragam sekolah (14,23%), baju longgar (13,80%), berhijab pendek/sedang (13,20%), baju lengan pendek (7,72%), baju seragam kantor (4,61%), berhijab panjang (3,68%), rok selutut atau celana selutut (3,02%), dan baju ketak atau celana ketat (1,89%), serta bercadar juga ikut mengalami pelecehan sebesar (0,17%)”. Pelecehan ini sering terjadi di siang hari maupun di sore hari dan tak jarang pun di malam hari. Dan sebenarnya hal yang mendasari terjadinya pelecehan yakni sosial-budaya yang sudah tidak bersinergi lagi dengan ajaran agama dan minimnya pengetahuan generasi terhadap ilmu agamanya sendiri, sehingga generasi bebas berekspesi sesuai keinginanya. Artinya liberasilme sudah betul-betul mendaradaging dalam ruang lingkup masyarakat. Perbuatan maksiat seperti mengumbar aurat, pacaran, meminum-minuman keras (miras), dan jenis maksiat lainnya sudah menjadi hal lumrah dalam masyarakat ditambah lagi interaksi antara laki-laki dan perempuan sudah tidak ada batasan. 

Oleh karena itu, untuk dapat mengatasi problem tersebut secara tuntas, maka peran negara sangat diperlukan untuk dapat menyadarkan kembali para generasi terhadap pentingnya mensinergikan sosial-budaya dengan agama dan pentingnya mempelajari ilmu agama secara menyeluruh agar bisa terhindar dari segala perbuatan maksiat. Dan tentu negara yang bisa mensinergikan sosial-budaya dengan agama dan mengajarkan ilmu agama secara menyeluh kepada generasinya yakni negara yang menjadikan aturan Allah SWT sebagai aturan yang diterapkan dalam negara tersebut. Dengan demikian, Negara akan menjadi Negara Baldatun Toyibatun Warabun Ghafur.

 Wallahu alam bissawab

Rabu, 25 September 2019

Aqidah Solusi Pendidikan Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Aqidah Solusi Pendidikan Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia 
Emas 2045



La Remba Garuda

Kata pendidikan merupakan kata yang sangat tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Setiap insan atau manusia selama hidup pasti akan mengalami yang namanya pendidikan. Sebab, sejak lahir di dunia manusia sudah memasuki area pendidikan. Dimana, ia diajarkan untuk berbicara, berjalan, dan aktivitas lainnya. Menurut Ki Hajar Dewantara juga merupakan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia menjelaskan bahwa, pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagian setinggi-tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Dan menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Serta menurut Garis Besar Haluan Negara (GBHN), pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembalikan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup (Zakky, 2018).

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat berbunyi mencerdasarkan kehidupan bangsa. Kalimat mencerdasrkan kehidupan bangsa ini seolah menggambarkan salah satu tujuan dari pendidikan. Namun, semakin berkembangnya zaman pendidikan Indonesia semakin jauh dari apa yang diharapkan oleh para pendiri bangsa yakni banyaknya anak (peserta didik) yang terapapar oleh budaya barat seperti pergaulan bebas. Sehingga tak heran banyaknya anak umur 13 tahun atau SMP yang telah hamil dan bahkan selama bulan Januari hingga Oktober 2017, telah ada 37 pasangan anak belum cukup umur mengajukan dispensasi menikah karena calon mempelai wanita telah hamil duluan (Davit, 2017). Komnas Perlindungan Anak dalam Forum Diskusi Anak Remaja pada tahun 2011 disebutkan bahwa di 12 kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Medan, Lampung, Palembang, Kepulaian Riau dan kota-kota di Sumatera Barat hampir 93,7 % remaja pernah melakukan hubungan seks, 83 % remaja pernah menonton video porno dan 21,2 % remaja pernah melakukan aborsi. Selain itu, menurut data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur angka kejadian aborsi ilegal di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011 yang terungkap adalah 36 ribu kasus, dan di kota Kediri mencapai 767 kasus (Ayu dan Kurniawati, 2017).

Bahkan tak ketinggalan juga generasi bangsa ini telah berkontak dengan narkoba seperti yang dikabarkan dekiknews pada tahun 2014 Polresta Bogor menangkap 2 pelajar SMK dan 2 mahasiswa terkait kasus narkoba yakni 5 paket kecil berisi ganja seberat 53 gram dari tangan kedua pelajar tersebut dan dari kedua tangan mahasiswa diamankan barang bukti berupa ganja seberat 535 gram dan sabu seberat 0,70 gram. Tidak hanya sampai disitu generasi pun banyak yang terlibat dalam kasus tindak kejahatan seperti begal atau perampokan, pemerkosaan, dan bahkan tawuran antara pelajar.

Hal ini, disebabkan ketidakefektifan penanaman nilai-nalai agama dalam proses mendidik generasi bangsa ini. Padahal dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 Ayat 5 berbunyi pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Namun, pasal ini lagi-lagi hanya menjadi slogan doang sebab banyaknya generasi dalam bersikap jauh dari nilai-nilai agama. Sehingga karakter yang dihasilakan cenderung jauh dari harapan seperti bersikap tidak jujur, tidak sopan, dan bahkan hal kemaksiatan pun berani dilakukannya seperti yang telah dijelakan di atas. Dan semisal juga ketika UTS (Ujian Tengah Semester) maupun UAS (Ujian Akhir Semester) tak jaran siswa maupun mahasiswa bersikap tidak jujur atau mencotek, lebih-lebih dengan dukungan teknologi sehingga banyak generasi malas untuk belajar sebab ketika ujian mencontek menggunakan handphone (HP) dan ini semua sudah menjadi rahasia umum. Sebab yang ada dalam mainset peserta didik yakni nilai yang tinggi atau IPK tinggi sehingga menghalkan segala cara untuk mencapainya. Anehnya banyak pendidik acuh tak acuh dengan hal ini, padalal secara tidak langsung hal ini telah mengajarkan peserta didik untuk berbuat jauh dari ajaran nilai-nilai agama. Dan bahkan di era digital ini banyak generasi menghabiskan waktunya untuk bermain game online, media sosial daripada belajar akan nilai￾nilai agama, sehingga akhirnya ketika menjalankan kehidupan dalam bermasyarakat tak jarang melakukan perbuatan yang jauh dari ajaran nilai-nilai agama seperti berbuat curang, sogok-menyogok ataupun korupsi serta bentuk kejahatan lainnya.

Berdasrkan uraian di atas, untuk menghasilkan generasi yang produksif maka perlu adanya dalam pendidikan setiap generasi ditanamkan aqidah terlebih dahulu, kemudian ibadah (syari’ah) dan akhlaq atau moral. Dimana, aqidah islam meliputi iman kepada Allah Subhanahu Wata'ala, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, Hari akhir dan juga pada Qodha dan Qadar baik-buruk dari Allah Subhanahu wata'ala. Iman itu sendiri bermakna pembenaran yang pasti, yang sesuai dengan kenyataan, yang muncul dari dalil/bukti. Pasti artinya seratus persen kebenaran/keyakinannya tanpa ada keraguan sedikitpun, sesuai dengan fakta bahwa yang diimani tersebut memang benar adanya, bukan diada-adakan. Dan keyakinan pertama dan utama yang perlu ditanamkan dan diserapkan kepada anak (peserta didik) adalah tauhid. Kewajiban ini terpikul di pundak orang tua sebagai pendidikan awal dalam pendidikan informal. Demikian juga yang harus dilaksanakan oleh pendidikan formal dan non formal. Walaupun dalam pendidikan formal sudah disematkan mata pelajar agama, namun terkadang tidak efektif, sehingga seharusnya setiap peserta didik ketika melanjutkan pendidkan di Perguruan Tinggi wajib bergabung dalam Lembaga Dakwa Kampus (LDK) untuk memperkuat atau menjaga aqidah. Tujuannya agar anak terbebas dari perbudakan materi dan duniawi, sehingga keyakinannya mantap dan aqidahnya kokoh serta keyakinannya itu perlu diserapkan sedini mungkin disaat anak telah mulai banyak bertanya kepada orang tuanya. Kemudian pengajaran tentang pembacaan, penulisan maupun penghafalan kitab Suci Allah Subhanahu Wata’ala sebagai pedoman menjalankan kehidupan di dunia ini. Selanjutnya pengajaran atau pemahaman tentang perkara ibadah.

Secara umum ibadah diartikan sebagai sesembahan ataupun pengabdian kepada Sang Pencipta. Ibadah sebenarnya tidak hanya sebatas persembahan, tetapi juga berhubungan dengan tingkah laku manusia meliputi kehidupan. Materi ibadah mencakup segala tindakan dalam kehidupan sehari-hari, baik berhubungan dengan Allah Subhanahu Wata’ala seperti sholat, diri sendiri maupun dengan sesama manusia. Artinya anak atau peserta didik ditegukan dengan materi pemantapan jiwa dengan mendirikan sholat, diikuti dengan perbuatan yang makruf, berani menegur yang salah, mencegah yang mungkar dan bila dalam melakukan itu semua terdapat rintangan, maka diperlukan sifat sabar dan tabah. Sesungguhnya demikian itu termasuk diwajibkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan demikian bahwa sholat sebagai penuguh pribadi, amar maruf nahi mungkar dalam berhubungan dengan masyarakat dan sabar untuk mencapai apa 
yang dicita-citakan. Sehingga, setiap pendidik harus berani dan tegas serta memberikan sanksi ketika melihat anak didiknya ketika tidak melaksankan sholat, menutup aurat tidak sesuai syari’at, berpacaran maupun perkara-perkara lainnya yang melanggar syari’at maupun aturan perundang-undangan. Tidak seperti saat ini, ketika anak atau peserta didik tidak melaksanakan sholat, berpacaran, mengumbar aurat dan kemaksitan lainnya bagi peserta didik muslim dibiarkan begitu saja atau acuh tak acuh. Dan anehnya kadang didukung ketika anak didik tersebut berpacaran. Terakhir yakni pembentukan akhlaq atau moral.

Berakhlaq yang mulia merupakan modal bagi setiap orang dalam menghadapi pergaulan antara sesamanya. Akhlaq termasuk di antara makna yang terkandung dalam hidup ini. Tingkatnya berada sesudah keimanan/kepercayaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul￾Nya, hari akhir maupun Qodha dan Qodhar Allah Subhanahu Wata’ala. Tuntutan akhlaq yang mulia mengajarkan beberapa tuntunan yang harus dijalankan seorang manusia kepada Allah Subhanahu Wata’ala, berupa kewajiban, anjuran maupun larangan. Selain itu, tuntunan akhlaq mengajarkan manusia untuk berbakti kepada orang tua, ayah dan ibu yang menjadikan perantara kelahirannya di dunia. Selain bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala, manusia harus berterimakasih kepada kedua orang tuanya yang secara lahiria telah berkorban, bersusah payah, terutama ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui dan memelihara dengan penuh kasih sayang. Prinsip-prinsip akhlaq yang ditanamkan kepada peserta didik dalam pergaulan dengan masyarakat yakni dengan etika yang baik, berbudi pekerti, sopan santun dan akhlak yang tinggi yaitu tidak boleh sambong, riah, angkuh, menghardik ataupun nakal terhadap manusia lainnya serta penuh dengan tanggungjawab terhadap amanah yang diembannya.

Menurut Suktikno (2013), dalam menuturkan metode nasihat, guru atau pendidik perlu mempertimbangkan empat hal yakni: pertama, faktor badaniah guru, maksudnya penampilan fisik guru harus mencerminkan isi nasihat seperti pakaiannya, mimik mukanya, tutur kata dan intonasi suara. Kedua, faktor historitas murid, artinya guru harus memahami latar belakang kehidupan murid secara umum, dari latar belakang sosial dimana murid itu lahir dan dibesarkan petani, pedagang atau pegawai misalnya. Ketiga, faktor dunia murid, artinya nasihat itu harus disesuaikan dengan tingkat usia dan pemahaman murid. Menasihati anak usia SD berbeda dengan menasihati murid usia SMA. Keempat, faktor komukasi, artinya ungkapan atau tutur kata guru harus dapat dipahami oleh murid. Disini guru harus menggunakan bahasa yang bisa digunakan oleh murid. 

Jika hal tersebut dapat lakukan maka generasi yang dihasilaan akanseperti generasi pada masa Rasulullah Salallahu Alahi Wassalam maupun masa Bani Abbasiyah. Dimana, pada masa Rasulullah Salallahu Alahi Wassalam peserta didik yang dihasilkan seperti Umar Ibn Khotab ahli hukum dan pemerintahan, Abu Hurairah Ahli Hadis, serta Ali ibn Abi Thalib ahli hukum dan tafsir Al-Qur’an dan para sahabat lainnya. Kemudian murid para sahabat dikemudian hari yakni tabi’-tabi’in banyak yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan sains, teknologi maupun astronomi serta bidang lainnya. Kemudian generasi yang dihasilkan pada masa Bani Abbasiyah begitu luar biasa yakni Musa Ibrahim Al-Fazari adalah seorang ahli astronimo yang dimandati ooleh Khalifah Al-Manshur untuk menerjemahkan naskah astronomi dari India yang berjudul Brahmasoutrasidanta. Hasil terjemahan ini berjudul Al-Magest. Risalah ini mengalami dua kali penyempurnaan. Melalui karya itu pula, para astronomi muslim pada masa ini berhasil membuat/menciptakan teropong bintang dengan peralatan lengkap di kota Yundhisyapura, Iran. Selain ahli di bidang astronomi, beliau juga ahli di bidang metematika dan astrologi. Kemudian Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bn Sina, atau dikenal dengan sebutan Ibnu Sina merupakan ilmuwan muslim yang mumpuni di bidang kedokteran. Salah satu 
karyanya yang termasyhur adalah Al-Qanun fi Thibb yang menjadi rujukan utama dalam bidang kedokteran selama berabad-abad. Ibnu Sina dikenal demgan nama Avicenna di dunia Barat dan dijuluki sebgai Bapak Pengobatan Modern, karyanya di Barat dikenal dengan nama the Canon of Medicine. Selanjutnya, Abu Musa Jabir bin Hayyan atau dikenal dengan Geber di dunia Barat meruapakan salah satu tokoh yang ahli dibidang kimia, salah satu penemunnya yang masih digunakan sampai sekarang adalah “Hukum Perbandingan Tetap”, yaitu kuantitas suatu zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi. Dan Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi merupakan metematikawan muslim yang mengabdikan diri sebagai dosen disekolah kehormatan yang terletak di Baghdad. Beliau adalah penumu angka mulai dari nol sampai sepuluh. Atau dikenal dengan penumu aljabar. Dan para ahli lainnya. Serta menurut catatan sejarah, sundial atau jam matahari merupakan jam tertua dalam peradaban manusia. Jam ini dibuat oleh seorang ahli astronomi muslim bernama Ibnu Al-Shatir sekitar 3.500 tahun lalu sebelum masehi. Serta ilmuwan muslim yang begitu luar biasa lagi yakni Ibnu Ismail Al-Jazari, seorang penemu sistem robotika pertama kali di dunia yaitu sekitar abad ke-12.

Para ahli muslim tersebut begitu luar biasa, mengapa? Karena mereka tidak hanya pandai dalam bidang ilmu agama tetapi juga pandai dalam beberapa bidang ilmu lainnya. Artinya mereka tidak hanya menguasai satu bidang ilmu saja. Sebab, pola pendidikan yang diterapkan kepada meraka yakni penanaman aqidah terlebih dahulu. Sehingga, apa yang disabdakan Rasulullah Salallahu Alahi Wassalam tentang wajibnya menuntut ilmu mereka laksanakan dengan baik, baik itu ilmu agama maupun ilmu lainnya. Dan pada akhirnya meraka bisa menghadapi tantangan zaman melalui pengembangan sains atau teknologi.

Oleh karena itu, solusi yang tepat terhadap pendidikan generasi muda dalam menghadapi tantangan global yakni dengan pola pendidikan penanaman aqidah terlebih dahulu. Sehingga, generasi yang dihasilkan merupakan generasi emas yakni menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kreatif, inovatif, berakhlaqataupun bermoral baik, serta mampu menjawab tantangan global melalui pengembangan sains dan teknologi. Dan pada akhirnya terwujudlah indonesia emas 2045.

DAFTRA PUSTAKA

Ahmad Gozali Almandi, 2017, Pola Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah,Islamic College STAI YAPYIP dan Pascasarjana, UIN IB, dilihat 10 September 2019, https://islamiceducation001.blogspot.com

Ajang Rahmat, 2017, Siapakah Penemu Robot Pertama?, KelasRobot.com, dilihat 10 September 2019, www.kelasrobot.com/

Ayu, S.M, Kurniawati, T. 2017. “Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putrie tentang Aborsi dengan Sikap Remaja Terhadap Aborsi di MAN 2 Kediri Jawa Timur”, Unnes Journal of Public Health, Vol. 6, No. 2, hh. 97-100.

Davit Setiawan, 2017. KPAI: Hamil Duluan, Puluhan Anak di Bawah Umur Minta Dinikahi, KPAI, dilihat 10 September 2019, www.kpai.go.id

Kukuh Ibnu, 2017, Penemu Jam Pertama Kali di Dunia, Sejarah dan Perkembangannya, Penemuan Unik, dilihat 10 September 2019, http://penemuan-unik.blogspot.com/

Maftukhatul Inayah, Ini 5 Ilmuwan Abbasiyah Penyumbang Peradaban Dunia,
datdut.com, dilihat 10 September 2019, www.datdut.com/

Sutikno. 2013. “Pola Pendidikan Islam dalam Surat Luqman Ayat 12-19”. Jurnal 
Pendidikan Agama Islam, Vol. 2, No. 2, hh. 288-302.

Zakky, 2018, Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Secara Umum,
ZonaReverensi.com, dilihat 11 September 2019, www.zonareferensi.com

28 April 2014, 2 Pelajar dan 2 Mahasiswa Bogor Ditangkap Terkait Kasus Narkoba, Detiknews, dilihat 9 September 2019, http://m.detik.com

Sabtu, 25 Mei 2019

CERPEN "Kesuksesan yang Tertunda"

“Kesuksesan yang Tetunda”

La Remba Garuda  

Sejak dinyatakan lulus ujian nasional, Aku bertambah semangat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sehingga semangat tersebut Aku ceritakan kepada orang tua. Setelah mendengarkan ceritaku, mereka langsung merespon dengan cepat dan ayah berkata “Nakk.. kami sangat senang jika kamu berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi kamu harus bersungguh-sungguh agar kelak menjadi orang yang berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara”. In syaa Allah pak, “Jawabku”. 

Keesok harinya Aku berpamitan pergi mendaftarkan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Universitas ternama di daerahku. Ayah berkata “Nakk.. ingat... disana kamu pergi mendaftar kulia bukan pergi berfoya-foya, pacaran, dan jalan-jalan. Jadi jaga dirimu jangan lupa sholat, mengaji dan selalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar segala urusanmu dimudahkan”. Iyaa pak, In Syaa Allah doakan saja. “Jawabku kemudian mencium tangan dan kedua pipi orang tuaku”. 

Ketika sampai di Pelabuhan kota tempat mendaftar kulia, Aku langsung menelpon temanku bernama Ahmad untuk datang menjembutku. Lima belas menit kemudian Ahmad tiba di Pelabuhan, setalah itu kami langsung menuju di rumah Ahmad. Sore harinya kami pergi di kampus mencari posko perndaftaran  seleksi masuk perguruan tinggi. Sampai di posko pendaftaran kami dipersilahkan untuk ,mengisi formulir pendaftara. Aku bertanya pada Ahmad “Mat, jurusan yang kamu ambil apa?”. Juruasn teknik sipil, pendidikan kimia dan pendidikan fisika. Kalau kamu? “Ahmad menjawab dan bertanya. Kalau saya jurusan teknik sipil, pendidikan matematika dan farmasi. “jawabku”. 

Ketika hari H ujian masuk perguruan tinggi tiba, aku dan Ahmad memerikasa perlengkapan ujian yang telah disiapakan dari malam hari. Setelah diperiksa tidak ada yang kurang kami langsung berpamitan kepada kedua orang tua Ahmad sekaligus meminta doa pergi mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. 
Dua minggu kemudian pengumuman hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan. Pengumumannya disampaikan secara on line, sehingga Aku langsung membuka link pengumuman hasil ujian masuk perguruan tinggi. Setelah memasukan nomor pendaftaran dan tanggal lahir  di kolom pengumuman kemudian aku mengklik login. Beberap menit kemudian munculah hasil pengumuman ujian masuk perguruan tinggi tersebut dan ternyata Aku dinyatakan tidak lulus. Aku sangat sedih dan terpukul ketika melihat hasil dari pengumuman tersebut, tetapi Ayah berkata “Nakk sudah-sudah kamu jangan sedih lagi, ini bukan akhir dari perjuanganmu tertapi ini muerupakan awal dari kesuksesanmu. Jadi kamu harus tetap semangat dan terus berjuang karna masih banyak kesempatan lainnya untuk masuk perguruan tinggi.  Dan kamu harus bersyukur atas segalah hasil dari perjuanganmu, ingat nak sebaik-baik rencana yang disusun oleh manusia tetapi lebih baik lagi rencana yang disusun oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Jadi lebih baik sekarang kamu pergi ambil air wudhu kemudian mengaji agar kamu menjadi tenang”. Iyaa pak. “Jawabku singkat”. 

Setelah mengaji aku merenung sambil memikirkan perkataan ayah. Dalam hati aku berkata “ mungkin betul apa yang disampaikan ayah. Aku belum ditakdirkan untuk lulus dari jurusan yang telah aku pilih dan Allah Subhanahu Wata’ala telah menyiapkan jurusan yang lebih baik dan bisa menjamin kesuksesanku serta menjadikanku orang yang berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Jadi aku harus tetap semangat dan terus berjuang karna kegagalan ini awal dari kesuksesanku. Aku mengingat perkataan dari guruku “ketika kamu jatuh maka kamu harus bangun kembali karna tidak ada orang sukses yang tidak pernah gagal dalam merangkai kesuksesannya”.

===)Sekian(===

Syair "Manisnya Perjuangan"

"Manisnya Perjuangan"

La Remba Garuda

Ketika rindu melanda pengharapan untuk menggapai kebahagiaan yang hakiki,
Deras hujan dan panas matahari pun tak mematahkan semangat untuk terus menggapainya,
Roda-roda semangat terus berputar menuju akan pengharapan itu,
Teriakan takbir terus dikumundangkan untuk menumbuhkan semangat para pejuangnya,
Inti sari pengharapan terus disyiarkan untuk menggapai persepsi yang sama.

Walau kadang kalah merasa terasingkan bahkan dicap sebagai pemberontak,
Namun semangat para pejuang tak pernah pudar bahkan runtuh,
Karna kesadaran akan kezoliman para penguasa tlah tertanam dalam qolbu,
Rintihan tangis ratyat-rakyat tlah membangunkan sunyinya malam,
Namun kesadaran para penguasa tlah tertutup akan kehausan rupiah,
Sehingga membakar semangat para pejuang untuk trus menyalahkan cahaya kebenaran.

Disaat pengharapan mulai memuncak,
Namun hukum rimba telah menyelimuti harapan itu,
Sehingga membuat pejuang pengharapan sesak,
Tetapi itu semua bukan akhir dari segalanya,
Karna titik pengharapan mulai memancarkan sinarnya.

Risalah Cinta Untukmu

"Risalah Cinta Untukmu" La Remba Garuda (Mahasiswa) Hei kamu...! Aku insan lemah, serba salah, serba kurang  d...