Sabtu, 25 Mei 2019

CERPEN "Kesuksesan yang Tertunda"

“Kesuksesan yang Tetunda”

La Remba Garuda  

Sejak dinyatakan lulus ujian nasional, Aku bertambah semangat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sehingga semangat tersebut Aku ceritakan kepada orang tua. Setelah mendengarkan ceritaku, mereka langsung merespon dengan cepat dan ayah berkata “Nakk.. kami sangat senang jika kamu berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi kamu harus bersungguh-sungguh agar kelak menjadi orang yang berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara”. In syaa Allah pak, “Jawabku”. 

Keesok harinya Aku berpamitan pergi mendaftarkan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Universitas ternama di daerahku. Ayah berkata “Nakk.. ingat... disana kamu pergi mendaftar kulia bukan pergi berfoya-foya, pacaran, dan jalan-jalan. Jadi jaga dirimu jangan lupa sholat, mengaji dan selalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar segala urusanmu dimudahkan”. Iyaa pak, In Syaa Allah doakan saja. “Jawabku kemudian mencium tangan dan kedua pipi orang tuaku”. 

Ketika sampai di Pelabuhan kota tempat mendaftar kulia, Aku langsung menelpon temanku bernama Ahmad untuk datang menjembutku. Lima belas menit kemudian Ahmad tiba di Pelabuhan, setalah itu kami langsung menuju di rumah Ahmad. Sore harinya kami pergi di kampus mencari posko perndaftaran  seleksi masuk perguruan tinggi. Sampai di posko pendaftaran kami dipersilahkan untuk ,mengisi formulir pendaftara. Aku bertanya pada Ahmad “Mat, jurusan yang kamu ambil apa?”. Juruasn teknik sipil, pendidikan kimia dan pendidikan fisika. Kalau kamu? “Ahmad menjawab dan bertanya. Kalau saya jurusan teknik sipil, pendidikan matematika dan farmasi. “jawabku”. 

Ketika hari H ujian masuk perguruan tinggi tiba, aku dan Ahmad memerikasa perlengkapan ujian yang telah disiapakan dari malam hari. Setelah diperiksa tidak ada yang kurang kami langsung berpamitan kepada kedua orang tua Ahmad sekaligus meminta doa pergi mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. 
Dua minggu kemudian pengumuman hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan. Pengumumannya disampaikan secara on line, sehingga Aku langsung membuka link pengumuman hasil ujian masuk perguruan tinggi. Setelah memasukan nomor pendaftaran dan tanggal lahir  di kolom pengumuman kemudian aku mengklik login. Beberap menit kemudian munculah hasil pengumuman ujian masuk perguruan tinggi tersebut dan ternyata Aku dinyatakan tidak lulus. Aku sangat sedih dan terpukul ketika melihat hasil dari pengumuman tersebut, tetapi Ayah berkata “Nakk sudah-sudah kamu jangan sedih lagi, ini bukan akhir dari perjuanganmu tertapi ini muerupakan awal dari kesuksesanmu. Jadi kamu harus tetap semangat dan terus berjuang karna masih banyak kesempatan lainnya untuk masuk perguruan tinggi.  Dan kamu harus bersyukur atas segalah hasil dari perjuanganmu, ingat nak sebaik-baik rencana yang disusun oleh manusia tetapi lebih baik lagi rencana yang disusun oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Jadi lebih baik sekarang kamu pergi ambil air wudhu kemudian mengaji agar kamu menjadi tenang”. Iyaa pak. “Jawabku singkat”. 

Setelah mengaji aku merenung sambil memikirkan perkataan ayah. Dalam hati aku berkata “ mungkin betul apa yang disampaikan ayah. Aku belum ditakdirkan untuk lulus dari jurusan yang telah aku pilih dan Allah Subhanahu Wata’ala telah menyiapkan jurusan yang lebih baik dan bisa menjamin kesuksesanku serta menjadikanku orang yang berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Jadi aku harus tetap semangat dan terus berjuang karna kegagalan ini awal dari kesuksesanku. Aku mengingat perkataan dari guruku “ketika kamu jatuh maka kamu harus bangun kembali karna tidak ada orang sukses yang tidak pernah gagal dalam merangkai kesuksesannya”.

===)Sekian(===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Risalah Cinta Untukmu

"Risalah Cinta Untukmu" La Remba Garuda (Mahasiswa) Hei kamu...! Aku insan lemah, serba salah, serba kurang  d...