"Problematika hidup"
La Remba Garuda
Ketika angin sepoi-sepoi menembus pori-pori,
Seakan tubuh tak berpijak lagi di bumi,
Benih-benih kemakaran terus tumbuh subur,
Bagaikan dunia hanya milik sekelompok orang,
Rintihan tangis ratyat-rakyat yang rindu akan kedamaian,
Hanya bagaikan alunan musik yang merdu.
Dikala cahaya kebenaran mulai menerangi kegelapan,
Awan hitam mulai bermunculan untuk menyelimuti sinarnya,
Kehausan akan rupiah dan singgasana,
Seakan melupakan kehidupan selanjutnya,
Rasa simpati akan problematika yang ada,
Hanyalah pencitraan semata.
Disaat kedudukan mulai terusik,
Manisnya madu terasa pahit,
Taman-taman yang indah dihancurkan,
Bunga-bunga seakan sesak menyemburkan harumnya,
Hingga hukum rimba menjadi solusi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar