Sabtu, 25 Mei 2019

DAMPAK REVOLUSI INDUTRI



"DAMPAK REVOLUSI INDUTRI"


Apakah revolusi industri itu? Dampak apakah yang dihasilkan dari revolusi indutri bagi kehidupan umat manusia? Revolusi industri merupakan terjadinya perubahan diawali pada tahun 1750 secara besar-besar di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, stransportasi dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi dan budaya di dunia. Revolusi industri dimulai dari Britania raya kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang dan menyebar keseluruh dunia (Wikipedia).

Revolusi industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh revolusi industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah revolusi industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang hadia nobel oleh Robert Emerson Lucas:

 Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya”.

Revolusi industri dimulai pada akhir adad ke-18, dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis manufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisme terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara serta ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatan produktivitas yang bernilai tinggi (Wikipedia).

Revolusi industri 2.0 terjadi pada abad ke-20. Dimana, produksi memang sudah menggunakan mesin. Dulunya hanya menggunakan tenaga otot, namun sudah digantikan oleh mesin uap pada revolusi industri 1.0, dan kini tenaga uap pun sudah mulai digantikan tenaga listrik.

Revolusi indstri 2.0 ini terjadi dengan menciptakan “Lini produksi” atau “Assembly Line” yang menggunakan “Ban berjalan” atau “Conveyor belt” di tahun 1913. Proes produksi berubah total, dimana produkasi menggunakan conveyor  belt  atau ban berjalan dan ini dapat mengefiseinsi waktu dan biaya produksi dalan bidang yang lain seperti pengangkutan barang tambang ke kapal dan dari kapal pinda ke pabrik (Anakteknik.com).

 Setelah penggantian tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial, peruhan berikutnya adalah peran manusianya. Dimana sebelumnya pasca revolusi industri 2.0 manusia masih berperan penting dalam produksi barang-barang. Tetapi, setelah munculnya revolusi industri 3.0 peran manusia banyak digantikan dengan mesin yang berpikir secara otomatis yakni komputer dan robot (www.zenius.net).

Computer menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendalian lini produkasi, sama seperti operator telepon di perusahaan telepon diganti oleh relay  sehingga tinggal menelpon nomor telpon untuk menghubungi orang yang ditujuh. Untuk itu, proses ini disebut dengan otomatisasi yaitu semua menjadi otomatis, sehingga terjadilah penurunan sumber daya manusia. Dan nama lain dari revolusi ini adalah digital revolution (Anakteknik.com).

Pembaca yang budiman kini kita berada di era revolusi industry 4,0. Konsep revolusi industri 4.0 pertama kali digunakan di public dalam pemeran industry “Hannover Messe” di kota Hannover, Jerman tahun 2011. Revolusi ini berlandaskan revolusi industri sebelumnya yakni revolusi industri 3.0 yakni penggunaan computer dan robot.

Kemajuan yang dapat dirasakan dari revolusi industri 4.0 ini adalah internet. Dimana, semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Dan komputer pun semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan seperti smartphone. Inti dari revolusi 4.0 ini adalah internet of things. Komputer-komputer yang ada di pabrik tersambung ke internet, sehingga setiap masalah yang ada di lini produksi bias langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik (www.zenius.net).

Nah, dampak seperti apakah yang ditimbulkan dari revolusi industri ini? Jika  dipandang dari segi positif revolusi industri sangat membantu  atau bermanfaat sekali atas  kehidupan manusia. Artinya yang  semula begitu banyak manusia dibutuhkan untuk menjalankan  mesin-mesin produksi, kini mendadak semua tenaga itu digantikan dengan mesin uap. Revolusi industri ini juga mengubah masyarakat dunia, dari masyarakat agraris dimana mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani menjadi masyarakat industri.

Intinya, kelangkaan tenaga yang semula mendominasi kesukaran manusia dalam berlayar maupun memproduksi mendadak lenyap. Tenaga tidak lagi dipasok cuma oleh otot, angin, dan air terjun namun juga oleh mesin uap yang jauh lebih kuat, fleksibel dan lebih awet. Semakain meningkatnya  revolusi industri seperti apa yang dirasakan saat ini. Dimana, hampir semua aktivitas manusia tergantikan oleh mesin komputer ataupun robotik. Sehingga manusia itu sendiri bagaikan dimanja. Ketika kita membutuhkan transportasi bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi tinggal menggunakan internet dengan aplikasi GO CARD, GO JEG,  maupun GRAB. Artinya kita tidak perlu lagi untuk berjalan menuju pangkalan ojek ataupun halte. Ketika lapar dan malas memasak tinggal menggunkan aplikasi GO FOOD  untuk memesan atau diantarkan makanan yang diinginkan.

Adapun manfaat bagi perusahaan ketika adanya revolusi indutri sangat mengurangi kebutuhan kariawan (jasa manusia) karena hampir semua aktivitas  yang semula dikerjakan manusia langsung tergantikan oleh mesin komputer ataupun robotik. Serta adanya revolusi industri ini masyarakat dapat berjualan ataupun berbisnis secara online dengan memanfaatkan media sosial yang ada, sehingga tidak perlu terjun langsung ke masyakat untuk menawarkan barang ataupun jasa yang dibisniskan.

 Namun, jika dipandang dari segi negif revolusi indutri banyak menyediahkan tantangan besar bagi masyarakat terutama ekonomi lemah, yang tak berpendidikan maupun yang berpendidikan, tetapi acuh tak acuh terhadap tantangan revolusi indutri ini. Dimana, jika tidak siap menghadapi tantangan dari revolusi indutri ini, maka bisa dipastikan kedepan termasuk orang-oranga yang menjadi sampah masyarakat. Mengapa demikian? Karena revolusi industri memaksakan masyarakat untuk bisa mengaplikasikan internet, kemudian ditambah lapangan pekerjaan semakin berkurang, sebab hampir semua perkejaan dikerjanakan oleh mesin komputer atau robotik. Adapun yang dibutuhkan hanyalah orang-orang yang mempunyai pengetahun atau inovasi dalam permasalahan yang dihadapi serta orang yang mempunyai keahlian sepeti bidang teknologi ataupun informatika.

Sehingga, dampak yang ditimbulkan yakni tingkat pengangguran maupun kemiskinan meningkan bahkan penyakit kronis bisa merajalela dimana-mana. Sebab, tingkat stres dalam masyarkat meningkat akibat tidak adanya  lapangan pekerjaan yang tersedia. Ditambah lagi dengan sistem yang berlaku hanya diperuntuhkan untuk orang-orang elit.

Dengan demikian, maka kita harus membekali diri dengan literasi agar dapat berinovasi atau berkreasi sehingga bisa menciptakan lapangan berkerjaan sendiri. Dan mengembalikan pengelolaan tatanan kehidupan pada sistem yang hakiki. Sehingga pada akhirnya kita bisa menghapi atau menjawab tantangan revolusi industri ini dan seluruh umat manusia dapat sejahtera.

Wallahu a'lam bi showab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Risalah Cinta Untukmu

"Risalah Cinta Untukmu" La Remba Garuda (Mahasiswa) Hei kamu...! Aku insan lemah, serba salah, serba kurang  d...