"DAMPAK REVOLUSI INDUTRI"
Apakah
revolusi industri itu? Dampak apakah yang dihasilkan dari revolusi indutri bagi
kehidupan umat manusia? Revolusi industri merupakan terjadinya perubahan
diawali pada tahun 1750 secara besar-besar di bidang pertanian, manufaktur,
pertambangan, stransportasi dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam
terhadap kondisi sosial, ekonomi dan budaya di dunia. Revolusi industri dimulai
dari Britania raya kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara,
Jepang dan menyebar keseluruh dunia (Wikipedia).
Revolusi
industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir
setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh revolusi industri,
khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata
yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah
revolusi industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia
meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang hadia
nobel oleh Robert Emerson Lucas:
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar
hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi
seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya”.
Revolusi
industri dimulai pada akhir adad ke-18, dimana terjadinya peralihan dalam
penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia yang kemudian digantikan
oleh penggunaan mesin yang
berbasis manufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisme terhadap
industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan
batubara serta ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatan
produktivitas yang bernilai tinggi (Wikipedia).
Revolusi
industri 2.0 terjadi pada abad ke-20. Dimana, produksi memang sudah menggunakan
mesin. Dulunya hanya menggunakan tenaga otot, namun sudah digantikan oleh mesin
uap pada revolusi industri 1.0, dan kini tenaga uap pun sudah mulai digantikan
tenaga listrik.
Revolusi
indstri 2.0 ini terjadi dengan menciptakan “Lini produksi” atau “Assembly
Line” yang menggunakan “Ban berjalan” atau “Conveyor
belt” di tahun 1913. Proes produksi berubah total, dimana produkasi
menggunakan conveyor belt atau ban berjalan dan ini dapat mengefiseinsi
waktu dan biaya produksi dalan bidang yang lain seperti pengangkutan barang
tambang ke kapal dan dari kapal pinda ke pabrik (Anakteknik.com).
Setelah penggantian tenaga otot dengan uap,
lalu produksi paralel dengan serial, peruhan berikutnya adalah peran
manusianya. Dimana sebelumnya pasca revolusi industri 2.0 manusia masih
berperan penting dalam produksi barang-barang. Tetapi, setelah munculnya
revolusi industri 3.0 peran manusia banyak digantikan dengan mesin yang
berpikir secara otomatis yakni komputer dan robot (www.zenius.net).
Computer
menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendalian lini produkasi,
sama seperti operator telepon di perusahaan telepon diganti oleh relay sehingga tinggal menelpon nomor telpon untuk
menghubungi orang yang ditujuh. Untuk itu, proses ini disebut dengan
otomatisasi yaitu semua menjadi otomatis, sehingga terjadilah penurunan sumber
daya manusia. Dan nama lain dari revolusi ini adalah digital revolution (Anakteknik.com).
Pembaca
yang budiman kini kita berada di era revolusi industry 4,0. Konsep revolusi
industri 4.0 pertama kali digunakan di public dalam pemeran industry “Hannover
Messe” di kota Hannover, Jerman tahun 2011. Revolusi ini berlandaskan
revolusi industri sebelumnya yakni revolusi industri 3.0 yakni penggunaan computer
dan robot.
Kemajuan
yang dapat dirasakan dari revolusi industri 4.0 ini adalah internet. Dimana,
semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Dan komputer pun semakin
kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan seperti smartphone. Inti
dari revolusi 4.0 ini adalah internet of things.
Komputer-komputer yang ada di pabrik tersambung ke internet, sehingga setiap
masalah yang ada di lini produksi bias langsung diketahui saat itu juga oleh
pemilik pabrik (www.zenius.net).
Nah,
dampak seperti apakah yang ditimbulkan dari revolusi industri ini? Jika dipandang dari segi positif revolusi industri sangat
membantu atau bermanfaat sekali atas kehidupan manusia. Artinya yang semula begitu banyak manusia dibutuhkan untuk
menjalankan mesin-mesin produksi, kini
mendadak semua tenaga itu digantikan dengan mesin uap. Revolusi industri ini
juga mengubah masyarakat dunia, dari masyarakat agraris dimana mayoritas
masyarakat bekerja sebagai petani menjadi masyarakat industri.
Intinya,
kelangkaan tenaga yang semula mendominasi kesukaran manusia dalam berlayar
maupun memproduksi mendadak lenyap. Tenaga tidak lagi dipasok cuma oleh otot,
angin, dan air terjun namun juga oleh mesin uap yang jauh lebih kuat, fleksibel
dan lebih awet. Semakain meningkatnya revolusi
industri seperti apa yang dirasakan saat ini. Dimana, hampir semua aktivitas
manusia tergantikan oleh mesin komputer ataupun robotik. Sehingga manusia itu
sendiri bagaikan dimanja. Ketika kita membutuhkan transportasi bagi yang tidak
memiliki kendaraan pribadi tinggal menggunakan internet dengan aplikasi GO
CARD, GO JEG, maupun GRAB.
Artinya kita tidak perlu lagi untuk berjalan menuju pangkalan ojek ataupun
halte. Ketika lapar dan malas memasak tinggal menggunkan aplikasi GO
FOOD untuk memesan atau
diantarkan makanan yang diinginkan.
Adapun
manfaat bagi perusahaan ketika adanya revolusi indutri sangat mengurangi
kebutuhan kariawan (jasa manusia) karena hampir semua aktivitas yang semula dikerjakan manusia langsung
tergantikan oleh mesin komputer ataupun robotik. Serta adanya revolusi industri
ini masyarakat dapat berjualan ataupun berbisnis secara online dengan
memanfaatkan media sosial yang ada, sehingga tidak perlu terjun langsung ke
masyakat untuk menawarkan barang ataupun jasa yang dibisniskan.
Namun, jika dipandang
dari segi negif revolusi indutri banyak menyediahkan tantangan besar bagi
masyarakat terutama ekonomi lemah, yang tak berpendidikan maupun yang
berpendidikan, tetapi acuh tak acuh terhadap tantangan revolusi indutri ini.
Dimana, jika tidak siap menghadapi tantangan dari revolusi indutri ini, maka
bisa dipastikan kedepan termasuk orang-oranga yang menjadi sampah masyarakat.
Mengapa demikian? Karena revolusi industri memaksakan masyarakat untuk bisa
mengaplikasikan internet, kemudian ditambah lapangan pekerjaan semakin
berkurang, sebab hampir semua perkejaan dikerjanakan oleh mesin komputer atau
robotik. Adapun yang dibutuhkan hanyalah orang-orang yang mempunyai pengetahun
atau inovasi
dalam permasalahan yang dihadapi serta orang yang mempunyai keahlian
sepeti bidang teknologi ataupun informatika.
Sehingga,
dampak yang ditimbulkan yakni tingkat pengangguran maupun kemiskinan meningkan
bahkan penyakit kronis bisa merajalela dimana-mana. Sebab, tingkat stres
dalam masyarkat meningkat akibat tidak adanya lapangan pekerjaan yang tersedia. Ditambah
lagi dengan sistem yang berlaku hanya diperuntuhkan untuk orang-orang elit.
Dengan
demikian, maka kita harus membekali diri dengan literasi agar dapat berinovasi
atau berkreasi sehingga bisa menciptakan lapangan berkerjaan sendiri. Dan
mengembalikan pengelolaan tatanan kehidupan pada sistem yang hakiki. Sehingga
pada akhirnya kita bisa menghapi atau menjawab tantangan revolusi industri ini
dan seluruh umat manusia dapat sejahtera.
Wallahu a'lam bi showab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar